Senin 2 September, 2013

Gw sering banget denger kutipan ini, “Growing old is inevitable, growing up is a choice.“. Mau mengakui atau tidak, kutipan itu memang benar adanya.
Continue reading

Advertisements

Proud? Really?

Bapak Karo Ibuk

Bapak Karo Ibuk

Suatu saat nanti aku akan membuat orangtuaku bangga!” Sering banget kalimat ini gw dengar. Bahkan mungkin dulu gw pun pernah mengucapkannya, ga terlalu ingat. Tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut, sering diucapkan oleh para mahasiswa, atau pribadi yang (mungkin) belum pernah membuat membuat orangtuanya bangga. Gw sendiri pun tidak tahu apakah orangtua gw bangga dengan gw atau tidak, biar mereka sendirilah yang mengetahuinya.

Kalimat diatas sering banget gw denger ketika gw tanya ke temen kuliah, ngapain dia buru-buru lulus. “Pengen buat orangtua bangga!” Begitulah jawaban mereka, yang menurut gw sangatlah absurd.  Sekali lagi gw tidak menyalahkan kalimat tersebut, hanya saja kalimat tersebut terasa absurd buat gw. Apakah kebanyakan orang yang mencari pendidikan itu tidak benar-benar mencari pendidikan, mungkin yang mereka cari hanyalah status, dan pengakuan dari orang lain. Bahkan hanya dengan kalimat tersebut mereka seakan-akan memaksa orangtua mereka untuk bangga kalau mereka lulus nantinya. Continue reading

Logika

Nagasawa Masami

Nagasawa Masami

Disini gw bukan pengen ngebahas tentang logika secara umum, atau pun membahas tentang gerbang logika. Disini gw pengen ngebahas tentang logika wanita yang benar-benar mengagumkan. Sudah menjadi stereotipe umum bahwa jarang banget wanita berpikir menggunakan logikanya, namun bukan berarti wanita tidak berpikir menggunakan logikanya. Stereotipe mengatakan kebanyakan wanita berpikir menggunakan apalah namanya, yang pasti bukan logika.

Lucunya berbagai media (televisi, film, lagu, novel) kebanyakan sangat mendukung teori tersebut. Menurut media tersebut (berdasarkan opini gw, berdasarkan apa yang gw tangkap maknanya) wanita sangatlah irasional. Wanita berpikir berdasarkan emosinya. Sehingga kadang-kadang bagi gw yang lebih suka berpikir menggunakan logika maupun berpikir secara rasional, itu sangatlah tidak masuk akal. Absurd. Continue reading

Hujan

Singin' In The Rain

Singin’ In The Rain

Gw termasuk orang yang benci mengenakan pakaian yang basah karena hujan, kemramyas. Namun disisi lain, gw juga termasuk orang yang benci mengenakan mantel / jas hujan.

Gw lebih memilih untuk berlari ketika hujan mulai turun. Namun disatu titik gw terlalu lelah untuk berlari dan akhirnya dengan perlahan menjadi berjalan. Pada akhirnya pun gw tetap basah. Namun entah harus dengan berlari, berjalan, ataupun menari dibawah hujan, yang gw tahu gw harus terus bergerak.

Waktu tidak pernah berjalan mundur maupun berhenti. Waktu tidak pernah mengerti arti belas kasihan. Entah harus berdarah-darah berpacu dengan waktu, atau hancur dihempaskan sang waktu.

Oh time, thou art a heartless bitch.

Hello World

Terakhir kali gw nulis di blog ini adalah tanggal 15 Maret, 2012. Sebenernya gw pengen banget aktif nulis lagi, tapi akhir-akhir ini gw keterbatasan waktu dan mood. Namun faktor mood-lah yang paling menghambat kegiatan menulis gw.

Jam menunjukkan pukul 3:31 pagi, dan gw belon bisa juga tertidur. Akhirnya gw memutuskan untuk menghidupkan kembali blog ini. Hal yang pertama kali gw lakuin tentu saja me-reset semuanya dari awal. Posting blog sebelumnya gw hapus (walau pun belum gw hapus sepenuhnya, masih di trash). Mencari tema yang cocok. Selanjutnya adalah menulis ini.

Gw gak tahu akan bertahan sampai berapa lama gw nulis (lagi) disini, mood gw agak angin-anginan. Semoga saja dalam seminggu gw seenggaknya bikin satu post, amin.

Dan untuk mengakhiri post ini, gw dapet satu kutipan yang cukup menarik dari Maya Angelou :

There is no greater agony than bearing an untold story inside you.