The magic is not in getting married, it is in staying married…

I am not the type of guy who are in a hurry to get married. But marriage is a good thing, if not a great thing. It is just not my things, yet.

I am just waiting for finding that special someone I want to annoy for the rest of my life.

But, after all, the magic in marriage is not in getting married, it is in staying married. Just like these people… Continue reading

Kisah 5 Monyet

Sekumpulan ilmuwan melakukan sebuah eksperimen. Mereka menempatkan 5 ekor monyet didalam kandang, ditengah kandang tersebut ada sebuah tangga yang diatasnya terdapat serumpun pisang. Setiap saat monyet mencoba untuk menaiki tangga dan mengambil pisangnya, mereka disiram oleh air dingin. Selang waktu berlalu, ketika ada monyet yang mencoba untuk melakukan hal itu lagi, monyet yang lain akan memukulinya. Pada akhirnya, tidak ada monyet yang berani menaiki tangga tersebut. Continue reading

I Am Losing The Moon While Counting The Stars

Never ignore a person who loves you, cares for you, and misses you. Because one day, you might wake up from your sleep and realize that you lost the moon while counting the stars.

Kisah ini berawal beberapa tahun lalu, gw sendiri lupa angka pastinya. Waktu itu liburan lebaran jadi gw pulang ke Solo. Sebenarnya ada agenda tersembunyi dibalik kepulangan gw ke Solo. Gw pengen nemuin seorang cewek yang nantinya berhasil membuat gw melihat dunia ini dengan cara yang berbeda.

Awal gw ngerti tentang eksistensinya adalah dari Facebook, dan dia adalah pacar temen gw, temen yang pernah deket dengan gw, namun ga tau lagi sekarang dia ada dimana. Lalu gw pun menambahkan dia ke dalam daftar pertemanan gw. Satu hari, dua minggu, tiga bulan, mungkin satu atau dua tahun dia baru mengkonfirmasi permintaan pertemanan gw, bahkan waktu itu gw udah lupa dia siapa. Ternyata dia bukan seseorang yang terlalu aktif di jejaring sosial. Continue reading

Would you, please! Put your phone down, for one minute?

Let me get this clear first, I am not against technology, I guess I am against people.

Era teknologi seperti sekarang ini, yang membuat apa yang sebelumnya kompleks menjadi lebih sederhana. Kasus paling jelas adalah bagaimana cara orang berkomunikasi. Mungkin dahulu kala orang Afrika butuh sinyal berupa asap ataupun suara drum untuk saling berkomunikasi dengan sesamanya, atau mungkin seperti orang Eropa yang menggunakan sistem semaphore yang merupakan predesesor dari telegrap elektronik. Setelah itu, era telepon mulai masuk, dari yang masih analog hingga masuk ke era digital, dari fixed phone sampai ke mobile phone. Dan akhirnya internet, pondasi telekomunikasi yang paling muda, paling bebas, dan paling brutal. Continue reading

Proud? Really?

Bapak Karo Ibuk

Bapak Karo Ibuk

Suatu saat nanti aku akan membuat orangtuaku bangga!” Sering banget kalimat ini gw dengar. Bahkan mungkin dulu gw pun pernah mengucapkannya, ga terlalu ingat. Tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut, sering diucapkan oleh para mahasiswa, atau pribadi yang (mungkin) belum pernah membuat membuat orangtuanya bangga. Gw sendiri pun tidak tahu apakah orangtua gw bangga dengan gw atau tidak, biar mereka sendirilah yang mengetahuinya.

Kalimat diatas sering banget gw denger ketika gw tanya ke temen kuliah, ngapain dia buru-buru lulus. “Pengen buat orangtua bangga!” Begitulah jawaban mereka, yang menurut gw sangatlah absurd.¬† Sekali lagi gw tidak menyalahkan kalimat tersebut, hanya saja kalimat tersebut terasa absurd buat gw. Apakah kebanyakan orang yang mencari pendidikan itu tidak benar-benar mencari pendidikan, mungkin yang mereka cari hanyalah status, dan pengakuan dari orang lain. Bahkan hanya dengan kalimat tersebut mereka seakan-akan memaksa orangtua mereka untuk bangga kalau mereka lulus nantinya. Continue reading

Logika

Nagasawa Masami

Nagasawa Masami

Disini gw bukan pengen ngebahas tentang logika secara umum, atau pun membahas tentang gerbang logika. Disini gw pengen ngebahas tentang logika wanita yang benar-benar mengagumkan. Sudah menjadi stereotipe umum bahwa jarang banget wanita berpikir menggunakan logikanya, namun bukan berarti wanita tidak berpikir menggunakan logikanya. Stereotipe mengatakan kebanyakan wanita berpikir menggunakan apalah namanya, yang pasti bukan logika.

Lucunya berbagai media (televisi, film, lagu, novel) kebanyakan sangat mendukung teori tersebut. Menurut media tersebut (berdasarkan opini gw, berdasarkan apa yang gw tangkap maknanya) wanita sangatlah irasional. Wanita berpikir berdasarkan emosinya. Sehingga kadang-kadang bagi gw yang lebih suka berpikir menggunakan logika maupun berpikir secara rasional, itu sangatlah tidak masuk akal. Absurd. Continue reading