Proud? Really?

Bapak Karo Ibuk

Bapak Karo Ibuk

Suatu saat nanti aku akan membuat orangtuaku bangga!” Sering banget kalimat ini gw dengar. Bahkan mungkin dulu gw pun pernah mengucapkannya, ga terlalu ingat. Tidak ada yang salah dengan kalimat tersebut, sering diucapkan oleh para mahasiswa, atau pribadi yang (mungkin) belum pernah membuat membuat orangtuanya bangga. Gw sendiri pun tidak tahu apakah orangtua gw bangga dengan gw atau tidak, biar mereka sendirilah yang mengetahuinya.

Kalimat diatas sering banget gw denger ketika gw tanya ke temen kuliah, ngapain dia buru-buru lulus. “Pengen buat orangtua bangga!” Begitulah jawaban mereka, yang menurut gw sangatlah absurd.  Sekali lagi gw tidak menyalahkan kalimat tersebut, hanya saja kalimat tersebut terasa absurd buat gw. Apakah kebanyakan orang yang mencari pendidikan itu tidak benar-benar mencari pendidikan, mungkin yang mereka cari hanyalah status, dan pengakuan dari orang lain. Bahkan hanya dengan kalimat tersebut mereka seakan-akan memaksa orangtua mereka untuk bangga kalau mereka lulus nantinya.

Bangga itu tidak pernah bisa dipaksakan, dan secara tidak langsung mereka telah memasukkan diri mereka sendiri dalam penjara yang mereka bangun sendiri. Skenario terbaik adalah orangtua mereka bangga, namun bukankah hidup tidak hanya mencakup skenario-skenario yang menakjubkan layaknya skenario yang dibuat Christopher Nolan.

Skenario buruk yang mungkin terjadi adalah mereka tidak bisa menjalankan perannya dengan baik, sesuai dengan konteks diatas, mereka gagal lulus. Namun skenario terburuknya adalah mereka sukses lulus, namun orangtua mereka tidak bangga dengan mereka. Tapi balik lagi pada kenyataan, apakah ada orangtua yang tega berbuat seperti itu pada anaknya. Dan sebagai orang yang mengucapkan kalimat tersebut, apakah yang akan kalian lakukan ketika kalian mendapatkan kebalikan dari skenario terbaik kalian?

Sejak dari kecil gw selalu memberikan harapan yang rendah untuk orangtua gw. I’ve always lowering their expectations. Gw ga pernah sekalipun pengen membuat mereka bangga. Namun satu hal yang pasti, gw berusaha sekuat tenaga untuk tidak membuat mereka kecewa. Yang pada kenyataanya gw sering mengecewakan mereka.

Kebanggaan itu tidak seharusnya dimiliki oleh orang yang tidak mencapai prestasi tersebut. Why should I be proud, that is not my achievements. Itulah kalimat yang selalu ada didalam pikiran gw. Kebanggaan hanya akan menghancurkan, melemahkan, dan membuat manusia terbuai dengan kemegahannya hingga lupa tugasnya sebagai manusia. Gw akuin gw tipe orangnya jarang banget bangga atas apa yang telah gw lakuin, apalagi yang dilakukan orang lain.

Satu-satunya motivasi yang paling mendorong bukanlah motivasi dari luar. You’re itself are your biggest reason, do it for yourself. Jangan berpikir untuk membanggakan orangtua, apabila saatnya tepat, dan pada kenyataannya kalian membanggakan, mereka akan dengan senang hati mempunyai anak yang membanggakan seperti kalian. Jangan pernah memasukkan diri sendiri dalam kotak, satu-satunya saat orang itu masuk dalam kotak adalah saat dia mati.

Bukan berarti gw ga peduli dengan kesenangan orangtua gw. Apabila boleh hiperbola sedikit, demi kesenangan kedua orangtua gw, gw pun akan menantang kematian itu sendiri. They meant a lot to me, they are one of a few people who I would gladly die for.

Pop, I miss you. Heard you hurt your thigh when you’re playing badminton. Get well soon, pop. I am sorry I can’t go home right now. Take care of the old woman for me. Missing spending our time together talking about life on that old couch.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s